Jakarta, Gesuri.id -Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu Anggi Noviah menyampaikan berbagai catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam Rapat Paripurna penyampaian laporan hasil reses masa persidangan II DPRD Indramayu, Senin (20/7/2026).
Melalui hasil serap aspirasi dari 12 anggota fraksi di enam daerah pemilihan, Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah lebih fokus bekerja melayani masyarakat dan tidak sekadar membangun pencitraan.
Upaya nyata Pemerintah Daerah dalam mengatasi ancaman gagal panen akibat kurangnya pasokan air dan ancaman kelangkaan air bersih harus benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar hanya pemberitaan, kata Anggi dari podium paripurna.
Fraksi PDI Perjuangan menempatkan persoalan sektor pertanian dan krisis air bersih sebagai perhatian utama. Kebijakan giliran air dinilai belum efektif karena saluran irigasi di berbagai wilayah mengalami sedimentasi yang mengancam produktivitas pertanian. Karena itu, fraksi meminta pemerintah daerah segera menambah debit air pada embung-embung besar serta membangun sodetan baru untuk menjamin pasokan air bagi lahan pertanian.
Selain persoalan irigasi, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kenaikan tarif PDAM Tirta Darma Ayu yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Di tengah menurunnya debit air dan kondisi distribusi yang masih keruh, kenaikan tarif justru dianggap semakin membebani pelanggan.