Hadapi El Niño, Rokhmin Dahuri: Pentingnya Pemetaan Neraca Pangan Hingga Tingkat Provinsi dan Kabupaten

Pengalaman El Niño 2023–2024 harus jadi pelajaran. Jangan sampai kita kembali abai pada ancaman kekeringan, karhutla, gagal panen.
Selasa, 14 Juli 2026 10:01 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, mengingatkan pemerintah agar tidak lagi meremehkan ancaman fenomena El Nio yang berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gangguan produksi pangan, hingga krisis air. Dalam dialog Topic Highlight Radio Elshinta, Rokhmin menegaskan El Nio harus dihadapi melalui kebijakan yang terencana, berbasis ilmu pengetahuan, dan tidak sekadar bersifat reaktif.

Pengalaman El Nio 20232024 harus jadi pelajaran. Jangan sampai kita kembali abai pada ancaman kekeringan, karhutla, gagal panen, hingga krisis air, tegas Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut Rokhmin, keberhasilan menghadapi El Nio tidak cukup hanya diukur dari besarnya stok beras nasional. Pemerintah, katanya, harus memastikan produksi dan produktivitas seluruh komoditas pangan tetap terjaga, mulai dari jagung, kedelai, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga sektor perikanan.

Pemerintah harus memastikan produksi dan produktivitas seluruh komoditas pangan tetap terjaga. Mulai dari jagung, kedelai, hortikultura, perkebunan, peternakan, sampai perikanan, ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan neraca pangan secara rinci hingga tingkat provinsi dan kabupaten. Menurutnya, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penguatan logistik, transportasi, distribusi, cadangan pangan, asuransi pertanian, serta perlindungan terhadap petani, nelayan, dan peternak harus menjadi prioritas.

Baca juga :