Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti peran strategis pemerintah dan sektor perbankan dalam meningkatkan kinerja sektor perumahan nasional, khususnya melalui Program 3 Juta Rumah yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
Menurut Ida, kebijakan perumahan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan hunian, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, sektor perbankan diharapkan mampu berperan sebagai penyedia pembiayaan yang berkelanjutan dan inklusif.
Pemerintah saat ini memiliki program 3 juta rumah yang sejatinya menjawab persoalan backlog perumahan nasional, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun dalam praktiknya, program ini masih menghadapi berbagai persoalan, ujar Ida dalam RDP Komisi VI DPR RI bersama Bank BTN, dikutip Rabu (28/1).
Ia mengungkapkan sejumlah tantangan utama, mulai dari keterbatasan lahan, kualitas pembangunan, hingga akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, Ida meminta penjelasan dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank spesialis perumahan terkait sejauh mana penyerapan program 3 juta rumah telah dilakukan.
Lebih lanjut, Ida mendorong BTN untuk keluar dari peran sempit sebagai penyalur kredit perumahan bersubsidi semata. Menurutnya, BTN harus bertransformasi menjadi aset strategis pembayaran dan pembiayaan perumahan nasional.