Ida Nurlaela: Pemerintah Jangan Hanya Lihat Peluang, Tapi Perhatikan Tantangan Daya Saing Industri Nasional

Kanada dinilai memiliki potensi menjadi mitra strategis dalam pengembangan hilirisasi mineral, energi bersih, hingga sektor pangan nasional.
Kamis, 21 Mei 2026 18:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat peluang dari rencana pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada atau IndonesiaCanada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), tetapi juga memperhatikan tantangan yang dapat memengaruhi daya saing industri nasional.

Kemitraan ekonomi dengan Kanada memang membuka peluang baru, terutama pada sektor investasi dan transfer teknologi. Kanada dinilai memiliki potensi menjadi mitra strategis dalam pengembangan hilirisasi mineral, energi bersih, hingga sektor pangan nasional, kata Hj Ida dalam rapat kerja bersama Menteri Perdagangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutup Kamis (21/5/2026).

Menurut Ida, implementasi perjanjian perdagangan tersebut membutuhkan strategi nasional yang matang agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk dan kepentingan ekonomi Kanada. Ia menilai pemerintah perlu memastikan bahwa kerja sama tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi industri dalam negeri.

Kanada dapat menjadi sumber investasi dan teknologi bidang hilirisasi mineral, energi bersih, dan pangan. Tapi pertanyaannya, apakah kita bisa mengambil peluang itu atau justru Kanada yang lebih banyak mengambil untung dari kemitraan ini, ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Ida juga menyoroti kesiapan industri nasional, khususnya sektor tekstil dan produk turunannya, dalam menghadapi standar pasar Kanada yang dinilai cukup tinggi dan berpotensi menjadi hambatan bagi eksportir Indonesia.

Baca juga :