Ikuti Kami

Utut Adianto Dorong Penguatan Investasi Australia di RI, Ciptakan Banyak Lapangan Kerja Formal

Hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang selama ini terjalin baik masih memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan optimal.

Utut Adianto Dorong Penguatan Investasi Australia di RI, Ciptakan Banyak Lapangan Kerja Formal
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto (tengah).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mendorong penguatan investasi Australia di Indonesia sebagai upaya menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal. 

Menurutnya, hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang selama ini terjalin baik masih memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Hubungan baik kedua negara menurut saya inilah yang pernah kita capai. Tetapi ini masih jauh dari potensi yang sesungguhnya bisa kita kerjakan," kata Utut usai Courtesy Call Komisi I DPR RI dengan Assistant Minister for Foreign Affairs and Trade sekaligus Assistant Minister for Immigration Australia, Matt Thistlethwaite MP, di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (17/7/2026).

Utut menjelaskan, pertemuan tersebut tidak membahas isu secara rinci satu per satu, melainkan difokuskan pada penguatan hubungan Indonesia dan Australia di berbagai sektor strategis. Menurutnya, peluang kerja sama ekonomi kedua negara masih jauh lebih besar dibandingkan capaian yang telah diraih selama ini.

Salah satu fokus yang menjadi perhatian Komisi I DPR RI adalah peningkatan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) dari Australia. Utut menilai masuknya investasi akan berkontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja formal yang saat ini sangat dibutuhkan Indonesia.

"Kita terlalu banyak butuh lapangan kerja formal. Lapangan kerja formal ini akan tumbuh otomatis apabila foreign direct investment banyak ada di Indonesia," tegas Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menambahkan, kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia tidak seharusnya hanya bertumpu pada perdagangan komoditas yang selama ini telah berjalan, seperti ekspor pupuk urea. Menurutnya, masih banyak sektor lain yang dapat dikembangkan bersama sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

Selain investasi, Komisi I DPR RI juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama di bidang pendidikan. Utut menyebut saat ini sekitar 25 ribu mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan di Australia dan berharap peluang tersebut dapat terus diperluas, termasuk melalui penambahan akses beasiswa.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mencakup kemudahan mobilitas masyarakat, khususnya bagi mahasiswa Indonesia yang mengalami kendala dalam memperoleh visa. Menurut Utut, delegasi Australia menyatakan kesiapan membantu apabila terdapat proses penerbitan visa yang dinilai tidak berjalan secara adil.

Di sektor pariwisata, Utut melihat peluang besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan Australia ke berbagai destinasi di Indonesia. Menurutnya, kunjungan wisatawan tidak hanya dapat difokuskan ke Bali, tetapi juga diperluas ke destinasi lain yang memiliki potensi besar seperti Yogyakarta.

Utut berharap penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan Australia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Quote