Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Dapil Lampung I, Mukhlis Basri, menyambangi keluarga Shafira dan Shabila, siswi kembar asal Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang berhasil diterima di Universitas Indonesia (UI).
Kunjungan yang berlangsung di Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7/2026), itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril kepada keluarga yang dinilai berhasil mengantarkan kedua putrinya meraih prestasi di tengah keterbatasan ekonomi.
"Perjuangan keluarga ini sangat luar biasa. Saya datang untuk memberikan semangat agar Shafira dan Shabila tetap fokus belajar, menjaga prestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk masyarakat serta membanggakan Lampung," kata Mukhlis Basri, mantan Bupati Lampung Barat dua periode.

Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI itu didampingi Bang Oking, tokoh masyarakat Krui Lampung yang berdomisili di Cikarang, serta Kang Kusnadi, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat yang merupakan kerabat dari Sekala Brak, Lampung Barat.
Silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk perhatian kepada keluarga perantau asal Lampung yang tengah berjuang menggapai masa depan melalui pendidikan.
Kedua mahasiswi tersebut adalah Shabila Eka Satria yang diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), serta saudara kembar identiknya, Shafira Dwi Satria yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Prestasi keduanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Barat sekaligus Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan itu, Mukhlis berbincang langsung dengan kedua mahasiswi beserta orang tua mereka. Sang ayah, Tambat Satria, merupakan warga asal Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan kedua putrinya, ia merantau ke Bekasi dan bekerja sebagai pedagang pakaian keliling dari kampung ke kampung dengan sistem tunai maupun kredit.
Sementara itu, sang ibu, Apriyati, yang berasal dari Sukajadi, Krui Selatan, sehari-hari berperan sebagai ibu rumah tangga yang terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada kedua anaknya. Saat ini keluarga tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Karang Bahagia, Cikarang, agar lebih dekat dengan lokasi perkuliahan kedua putrinya sekaligus memudahkan orang tua mencari nafkah.
Mukhlis menilai keberhasilan Shafira dan Shabila menjadi bukti keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik.

"Anak-anak Lampung memiliki kemampuan yang sama dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah semangat, kerja keras, disiplin, dan dukungan dari keluarga. Saya berharap semakin banyak generasi muda dari Pesisir Barat maupun Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia," ujarnya.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu juga memberikan apresiasi kepada Tambat Satria dan Apriyati yang dinilainya telah menunjukkan keteladanan sebagai orang tua. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama hingga berhasil mengantarkan kedua putrinya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Usai berbincang hangat, Mukhlis Basri bersama Bang Oking dan Kang Kusnadi mengajak keluarga tersebut makan malam di sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari kediaman mereka. Suasana penuh keakraban itu menjadi penyemangat bagi Shafira dan Shabila menjelang memulai kehidupan sebagai mahasiswa Universitas Indonesia.
Kisah keluarga Tambat Satria menjadi potret nyata bahwa kerja keras, doa, dan pengorbanan orang tua mampu mengantarkan anak-anak daerah meraih mimpi besar. Keberhasilan Shabila Eka Satria dan Shafira Dwi Satria diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Pesisir Barat dan Provinsi Lampung, untuk terus berjuang mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

















































































