Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu 1.673 penerbangan domestik sepanjang 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Ia meminta pemerintah, maskapai, dan otoritas bandara meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan operasional akibat asap.
Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Karhutla bukan hanya soal lingkungan, tetapi ini menyangkut nafas, kenyamanan, dan keselamatan saudara-saudara kita. Ketika asap tebal menyelimuti dan ribuan penerbangan terdampak, ada banyak sekali masyarakat yang harus menunda pertemuan dengan keluarga, urusan kesehatan, hingga pekerjaan yang mendesak, kata Irine, Selasa (13/10/2026).
Menurut Irine, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan keresahan masyarakat karena memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Gangguan penerbangan dapat membuat masyarakat menunda berbagai urusan penting, mulai dari kepentingan keluarga hingga kebutuhan mendesak terkait pekerjaan dan kesehatan.
Irine memahami keputusan maskapai untuk menunda, membatalkan, atau mengalihkan penerbangan sebagai langkah penting demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah, maskapai, dan pengelola bandara memberikan pelayanan yang lebih antisipatif serta responsif dalam menghadapi situasi tersebut.
Dalam situasi yang serba tidak pasti akibat cuaca dan asap, masyarakat sangat membutuhkan update berkala berupa informasi yang jelas, cepat, dan menenangkan. Kami berharap maskapai dan otoritas bandara dapat memberikan pendampingan yang baik terkait perubahan jadwal serta memastikan hak-hak penumpang terpenuhi dengan baik, tutur politisi dari Dapil Maluku Utara tersebut.