Ikuti Kami

Djarot Saiful: Moratorium Sawit di Lahan Karhutla Mendesak, Hutan Harus Kembali ke Fungsi Asli

Lahan hutan yang rusak akibat kebakaran harus dipulihkan menjadi ekosistem hutan, bukan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit komersial.

Djarot Saiful: Moratorium Sawit di Lahan Karhutla Mendesak, Hutan Harus Kembali ke Fungsi Asli
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mendesak pemerintah pusat memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penanaman kelapa sawit di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Ia menegaskan, lahan hutan yang rusak akibat kebakaran harus dipulihkan menjadi ekosistem hutan, bukan justru dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit komersial.

"Hutan-hutan yang terbakar harus dikembalikan fungsinya menjadi hutan kembali, tidak dijadikan kawasan perkebunan sawit. Ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, khususnya pemerintah pusat, agar antisipasi dilakukan lebih dini," ujar Djarot di Banjarbaru, dikutip Senin (2/11/2026).

Desakan tersebut disampaikan Djarot menyusul kebakaran hutan dan lahan yang melahap hingga 1,3 juta hektare kawasan di Indonesia sepanjang tahun ini. Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat karhutla harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama dalam menentukan kebijakan pemulihan dan pemanfaatan lahan pascakebakaran.

Pernyataan itu disampaikan Djarot di sela-sela konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya mitigasi krisis lingkungan, mulai dari penanganan karhutla, kekeringan, hingga ancaman banjir menjelang peralihan musim.

Djarot juga menyoroti dampak El Nino yang semakin memperparah kondisi lingkungan. Selain merusak ekosistem dan menyebabkan paparan asap pekat yang mengancam kesehatan masyarakat, bencana karhutla tahun ini juga menelan korban jiwa dari unsur petugas pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan.

Atas kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya pemulihan lingkungan secara menyeluruh serta langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini agar kerusakan serupa tidak terus berulang.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin alias Bang Dhin, menginstruksikan seluruh pilar partai dan kader di berbagai tingkatan untuk mengambil peran aktif dalam penanganan dampak krisis lingkungan. Ia meminta kader tidak hanya menyampaikan kepedulian melalui pernyataan, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat terdampak.

"Hal yang dibutuhkan publik saat ini adalah tindakan nyata dan konkret. Empati dan simpati saja tidak cukup. Kita semua harus merasakan kesulitan masyarakat dan merespons cepat melalui langkah penanganan yang tepat," tegas Bang Dhin.

Sebagai bentuk tindak lanjut, jajaran DPD PDI Perjuangan Kalsel telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi air bersih, masker, layanan kesehatan dasar, serta bibit pohon yang dibagikan kepada seluruh DPC se-Kalsel untuk mendukung gerakan penghijauan jangka panjang.

Selain penanganan dampak karhutla dan kekeringan, PDI Perjuangan juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seiring peralihan menuju musim penghujan. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) disiagakan di berbagai tingkatan guna merespons kemungkinan terjadinya bencana susulan, seperti banjir dan tanah longsor.

Melalui langkah mitigasi dan pemulihan lingkungan tersebut, PDI Perjuangan mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pemulihan kawasan hutan serta perlindungan masyarakat dari ancaman bencana lingkungan.

Quote