Jaga Tanah Warisan, Sofyan Tan Tegaskan Karakter Orang Batak Benteng Alami Lawan Komersialisasi

Mempertahankan lahan bukan sekadar soal kalkulasi bisnis atau nilai properti.
Jum'at, 24 April 2026 07:39 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, memberikan apresiasi mendalam terhadap ketangguhan akar budaya masyarakat Batak di kawasan Danau Toba.

Menurutnya, filosofi hidup masyarakat setempat menjadi benteng pertahanan terkuat yang mencegah warga lokal tergusur oleh derasnya arus komersialisasi pariwisata.

Orang Batak itu sangat sulit menjual tanah. Saya kira ini salah satu kunci sukses mereka, bahwa mereka tidak terusir dari tanah kelahirannya, ujar Sofyan kepada Parlementaria di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (22/4).

Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini memaparkan bahwa bagi masyarakat Toba, mempertahankan lahan bukan sekadar soal kalkulasi bisnis atau nilai properti. Ada sanksi moral dan rasa malu (maila) yang besar jika seseorang nekat melepaskan tanah warisan leluhur kepada pihak luar.

Baca juga :