Ikuti Kami

Soroti Ketimpangan Data Kemiskinan, Syibral Mulasi Sambangi Pasutri Kurang Mampu di Aceh Utara

Syibral Mulasi menilai klasifikasi tersebut sangat janggal jika disandingkan dengan realita di lapangan.

Soroti Ketimpangan Data Kemiskinan, Syibral Mulasi Sambangi Pasutri Kurang Mampu di Aceh Utara
Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi.

Aceh, Gesuri.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi, menyoroti tajam ketidaksinkronan data kemiskinan pemerintah saat melakukan kunjungan lapangan di Desa Glong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Syibral mendapati kondisi memprihatinkan yang dialami pasangan suami istri (pasutri) Ali Munir (59) dan Zuraidah (56). Ironisnya, meski hidup di bawah garis kelayakan, pasutri ini justru terdata dalam Desil 8—kategori kelompok masyarakat yang secara administratif dianggap relatif mampu atau berada di kelompok 20% teratas secara ekonomi.

Syibral Mulasi menilai klasifikasi tersebut sangat janggal jika disandingkan dengan realita di lapangan. Ia menegaskan bahwa anomali data seperti ini merupakan persoalan serius yang menghambat distribusi bantuan sosial tepat sasaran.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

“Kasus seperti ini biasanya terjadi karena data yang belum diperbarui atau tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Bisa saja dulu mereka masuk kategori mampu, namun kondisi ekonominya menurun drastis, sementara data administrasi belum berubah,” tegas Syibral.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa faktor kesalahan proses pendataan atau penggunaan indikator penilaian yang tidak mencerminkan kondisi nyata sering kali menjadi pemicu utama.

“Kadang secara data seseorang terlihat memiliki aset, tetapi kenyataannya aset tersebut tidak layak atau tidak bisa dimanfaatkan. Inilah yang membuat klasifikasi desil menjadi meleset dan tidak tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Syibral bersama rombongan DPC PDI Perjuangan Aceh Utara menyalurkan bantuan langsung untuk meringankan beban ekonomi Ali Munir dan istri. Namun, ia menekankan bahwa bantuan tersebut hanyalah langkah awal dari advokasi yang lebih besar.

Syibral mengidentifikasi dua kebutuhan mendesak bagi pasutri tersebut: rehabilitasi rumah dan pengadaan kursi roda untuk Ali Munir. Ia menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh yang juga anggota DPR RI, Jamaluddin Idham, untuk mengupayakan solusi permanen.

“Ada sedikit bantuan yang kami bawa sebagai bukti kami hadir di tengah masyarakat. Untuk rehab rumah, kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Jamaluddin Idham guna mendorong realisasinya. Terkait kebutuhan kursi roda, juga akan segera kami upayakan,” jelasnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Syibral menyerukan pentingnya evaluasi total terhadap sistem pendataan kemiskinan di daerah. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi rutin melakukan verifikasi faktual.

“Kami sangat berharap ada pembaruan data secara berkala dan verifikasi langsung di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan hanya karena persoalan administrasi yang tidak akurat,” pungkas Syibral.

Sementara itu, Zuraidah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. Baginya, kehadiran Syibral Mulasi memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk mendapatkan penghidupan dan tempat tinggal yang lebih layak.

Quote