Jeane Laluyan Pertanyakan Tenaga Kerja Pembangunan Hingga Jaminan Pengelolaan Dana Kopdes Merah Putih

Dengan biaya yang bisa dikatakan sangat besar untuk pembangunan, tenaga kerjanya dari mana?
Kamis, 05 Maret 2026 12:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota DPRD Sulut, Jeane Laluyan, mempertanyakan proses pendirian Koperasi Daerah (Kopdes) Merah Putih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Tahlis Gallang, baru-baru ini.

Politisi PDI Perjuangan Sulut itu menyoroti sejumlah aspek, mulai dari tenaga kerja pembangunan hingga jaminan pengelolaan dana koperasi.

Dengan biaya yang bisa dikatakan sangat besar untuk pembangunan, tenaga kerjanya dari mana? Sebaiknya kalau boleh di Sulut ini banyak tenaga kerja bangunan yang mumpuni. Semoga mereka bisa turut andil dalam proses pembangunan, ungkap Jeane Laluyan, dikutip Kamis (5/3).

Selain terkait pembangunan gedung, Laluyan juga mempertanyakan jaminan Kopdes Merah Putih.

Seperti yang kita ketahui bersama, Kopdes Merah Putih mendapat dana Rp3 Miliar. Nah, yang jadi pertanyaan siapa yang akan bertanggung jawab dengan dana ini juga dalam waktu tertentu (5 tahun) tidak bisa dikembalikan. Ini penting kami ketahui untuk bisa kami sosialisasikan ke masyarakat, tegas Laluyan.

Baca juga :