Landak, Gesur.id Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengkritisi maraknya tren perlombaan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang dinilai terlalu didominasi oleh pembuatan konten media sosial. Menurutnya, tuntutan digitalisasi seperti itu kerap mengaburkan hakikat utama dari gerakan PKK.
Kritik tersebut disampaikan Karolin saat melepas 38 anggota kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Landak menuju ajang HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (25/7).
Karolin menilai bahwa kewajiban membuat konten video atau vlog dalam berbagai kategori perlombaan kerap menyulitkan para kader di lapangan.
Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo
Sekarang ini terlalu banyak yang melibatkan video, internet, dan media sosial. Kita agak kebingungan, ibu-ibu pasti kerepotan mengurusi media sosial. Memang agak bablas kalau menurut saya, ujar Karolin dalam sambutannya.