Ikuti Kami

Pramono Anung Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat infrastruktur dan layanan kesehatan di tingkat bawah.

Pramono Anung Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting di DKI Jakarta dapat diturunkan dari kisaran 17 persen menjadi 14 persen. Penurunan itu diharapkan terjadi dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Hal yang berkaitan dengan stunting yang sekarang average-nya kurang lebih atau rata-ratanya 17%, dalam 2 tahun ke depan kita bisa turunkan sama dengan stunting nasional, yaitu 14%,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam acara Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di The Trava Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Pramono menilai, meski penanganan stunting tergolong kompleks, peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan di tingkat tapak menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.

“Terutama yang di Posyandu, karena bagaimanapun stunting ini faktornya relatif sebenarnya kompleks. Tetapi saya yakin bahwa Jakarta bisa menurunkan stunting-nya dari 17 menjadi 14,” kata Pramono. 

Guna mendukung pencapaian target tersebut, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat infrastruktur dan layanan kesehatan di tingkat bawah.  Ia memaparkan saat ini dari total 4.469 Posyandu di Jakarta, sekitar 70 persen atau 3.148 di antaranya telah menerapkan sistem Smart Posyandu.

“Kalau ini mau mau berubah dan ini dijalankan dengan baik, maka terus terang, hal yang berkaitan dengan penanganan posyandu, dan posyandu itu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak, sekarang sudah menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana hal secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh Posyandu,” ucap Pramono.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Pramono mengapresiasi kontribusi kader posyandu dalam mendukung perbaikan kualitas hidup warga Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di DKI Jakarta turun signifikan, dari 445 RW menjadi 211 RW.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu, terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” ujar Pramono.

Quote