Ikuti Kami

DPRD Kalsel Desak Pemprov Segera Benahi Fasilitas dan Kebutuhan Guru SMAN 1 Mantewe

​Dalam peninjauannya, Bang Dhin menyoroti sejumlah aspek fisik yang memerlukan perhatian darurat.

DPRD Kalsel Desak Pemprov Segera Benahi Fasilitas dan Kebutuhan Guru SMAN 1 Mantewe
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin (Bang Dhin).

Jakarta, Gesuri.id — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin (Bang Dhin), mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk segera menindaklanjuti berbagai kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik di SMAN 1 Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

​Desakan ini disampaikan Bang Dhin usai meninjau langsung kondisi sarana prasarana, fasilitas pembelajaran, keberadaan guru, hingga aksesibilitas siswa menuju sekolah. Menurutnya, SMAN 1 Mantewe memiliki peran vital dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat di Kecamatan Mantewe dan sekitarnya.

​"Sekolah di wilayah kecamatan harus mendapatkan standar pelayanan yang sama baiknya. Jangan sampai jarak dari pusat pemerintahan membuat kebutuhan mendasar pendidikan terlambat ditangani," ujar Bang Dhin di Tanah Bumbu, Jumat (11/9).

​Dalam peninjauannya, Bang Dhin menyoroti sejumlah aspek fisik yang memerlukan perhatian darurat, seperti kondisi ruang kelas, atap, plafon, instalasi listrik, lantai, drainase, air bersih, hingga sanitasi sekolah.

​Ia menegaskan, penanganan fasilitas yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas utama pemprov tanpa menunda waktu.

Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan

​"Kalau menyangkut keselamatan siswa dan guru, tidak bisa menunggu terlalu lama. Bagian bangunan yang tidak aman harus segera diamankan dan disiapkan penanganannya," tegasnya.
​Fasilitas Pembelajaran Harus Benar-Benar Berfungsi

​Selain kondisi fisik, kelayakan fasilitas penunjang seperti laboratorium, komputer, jaringan internet, perpustakaan, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) juga menjadi catatan penting. Bang Dhin meminta evaluasi tidak sekadar berpatokan pada data inventaris di atas kertas.

​"Laboratorium bukan hanya soal ada ruangannya, tetapi apakah bisa digunakan untuk praktikum. Komputer bukan sekadar tercatat sebagai aset, melainkan dapat diakses siswa. Begitu pula internet yang harus stabil untuk mendukung asesmen digital," jelasnya.

​Kekurangan tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Bang Dhin mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel bersama pihak sekolah untuk memetakan kebutuhan guru secara rinci berdasarkan kompetensi bidang studi, bukan sekadar jumlah keseluruhan.

​Beberapa mata pelajaran yang dinilai krusial antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Informatika, serta Bimbingan dan Konseling (BK).

​"Yang harus dilihat bukan hanya berapa jumlah gurunya, melainkan apakah setiap mata pelajaran sudah ditangani oleh tenaga pendidik yang sesuai dengan kompetensinya," tutur Bang Dhin.

​Mengenai aksesibilitas, Bang Dhin meminta sekolah mendata asal siswa, jarak tempuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi anak putus sekolah akibat keterbatasan transportasi maupun biaya.

​"Pemerintah harus tahu lebih awal jika ada siswa yang mulai terkendala transportasi atau biaya. Jangan menunggu sampai anak itu benar-benar berhenti sekolah," tambahnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Untuk mempercepat tindak lanjut, Bang Dhin menyarankan sekolah menyusun skema kebutuhan berdasarkan tiga skala prioritas:

- ​Kebutuhan Darurat: Keselamatan fisik bangunan, instalasi listrik, air bersih, dan sanitasi.

- ​Kebutuhan Mendesak: Rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium, komputer, internet, serta pemenuhan guru.

- ​Kebutuhan Pengembangan: Sarana olahraga, kegiatan kesiswaan, dan penunjang prestasi siswa.
​Hasil monitoring ini akan dibawa ke meja pembahasan bersama Disdikbud, Bappeda, dan BPKAD Provinsi Kalsel.

​"Anak-anak di Mantewe memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang belajar yang aman, guru yang kompeten, sanitasi yang layak, serta akses teknologi yang memadai. Pemerataan pendidikan harus benar-benar hadir hingga ke daerah," pungkasnya.

Quote