Jakarta Gesuri.id Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) agar bertanggung jawab penuh terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disuarakan menyusul kasus memprihatinkan yang menimpa seorang siswi bernama Febiona Purba (16) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami gangguan ingatan atau lupa ingatan usai keracunan.
Charles menegaskan, pemerintah harus menanggung seluruh biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga rehabilitasi medis korban sampai benar-benar pulih. Ia menilai BGN tidak boleh sekadar melontarkan pernyataan normatif bahwa mereka terus memperhatikan kondisi korban tanpa langkah pemulihan yang nyata.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Seluruh biaya harus menjadi tanggung jawab pemerintah. BGN juga tidak boleh berhenti pada pernyataan bahwa mereka terus memperhatikan kondisi korban, ujar Charles kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Politisi tersebut menuntut adanya bentuk pertanggungjawaban yang konkret dari BGN, termasuk pemberian kompensasi kepada korban dan keluarganya. Menurutnya, kerugian akibat insiden ini tidak sebatas pada biaya rumah sakit, melainkan mencakup trauma psikologis, terganggunya pendidikan anak, waktu pendampingan orang tua, hingga potensi dampak kesehatan jangka panjang.