Ikuti Kami

Basarah Minta Imigrasi Jabar Hentikan Cara Kerja 'Business as Usual' untuk Cegah TPPO

Basarah meminta Imigrasi meruntuhkan ego sektoral dan menerapkan prinsip distribution of power.

Basarah Minta Imigrasi Jabar Hentikan Cara Kerja 'Business as Usual' untuk Cegah TPPO
Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah mengimbau Kantor Imigrasi (Kanim) Jawa Barat menghentikan cara kerja ‘business as usual’ dan berkolaborasi masif hingga tingkat desa. 

Imbauan ini disampaikan dalam Rapat Komisi XIII dengan otoritas imigrasi se-Jawa Barat di Kab. Bandung Barat, Rabu (9/9).

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Basarah menekankan Jabar dengan populasi 51 juta jiwa menjadi sasaran empuk sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

"Kalau ada TPPO, itu pasti dimulai dari desa, karena para pelaku tahu betul tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat kita di desa masih minim. 

Sosialisasi yang cuma di beberapa desa dari total 557 desa dan kelurahan di Jawa Barat ini formalitas, sekadar menggugurkan kewajiban,” tegas Politisi PDI-Perjuangan itu.

Basarah meminta Imigrasi meruntuhkan ego sektoral dan menerapkan prinsip distribution of power.

Baca: Ganjar Sentil Isu Pilpres 2029: Rakyat Lagi Susah 

Imigrasi diminta menggalang kerja sama terstruktur, sistematis, dan masif bersama Kepala Desa, Kapolsek, Dandim, hingga Kemenkominfo untuk memutus rantai kejahatan.

“Malu, Pak, warga negara kita dijual ke Kamboja untuk judi online, lalu organnya diambil, mayatnya dibuang. Mana perlindungan kita? Imigrasi sebagai instrumen negara harus keluar dari business as usual demi menjaga marwah bangsa,” serunya di hadapan para kepala kantor imigrasi wilayah Jawa Barat.

Quote