Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, menegaskan bahwa makna bela negara bagi generasi muda saat ini tidak lagi diukur dari perjuangan fisik, melainkan aksi nyata melawan kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepler dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (9/9).
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Bagaimana saya bisa bicara bela negara, sedangkan mencari sesuap nasi saja susah? Justru di sinilah bela negara yang sesungguhnya di zaman kita ini. Musuh kita hari ini bukan penjajah berseragam, melainkan kemiskinan, kebodohan, keputusasaan, dan perpecahan, ujar Kepler di hadapan peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, dan lembaga masyarakat.
Menurut Kepler, pemuda harus bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta peluang ekonomi di lingkungannya masing-masing. Dalam hal ini, Karang Taruna memegang peran strategis untuk tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi bergerak aktif mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).