Kulonprogo, Gesuri.id Anggota Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Fraksi PDI Perjuangan, Fajar Gegana, menilai pendataan terbaru yang dilakukan lembaga statistik pusat belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil ekonomi masyarakat di lapangan. Ia membeberkan masih ditemukannya sejumlah kekeliruan dalam klasifikasi desil yang berpotensi merugikan warga penerima bantuan.
Masih banyak kekeliruan dalam pendataan ulang yang menjadi basis data klasifikasi desil terbarui saat ini, tegas Fajar dalam keterangannya di Kulonprogo, Kamis (10/9).
Fajar menekankan bahwa ketidakakuratan data ini merupakan persoalan serius. Pasalnya, klasifikasi desil menjadi pijakan utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Jika data tidak sesuai, masyarakat miskin berisiko kehilangan hak atas akses bantuan tersebut.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurut mantan Wakil Bupati Kulonprogo ini, pembaruan data secara berkala sangat krusial agar program pemerintah tepat sasaran. Namun, ia menyayangkan ritme pemutakhiran data resmi yang dinilai memakan waktu cukup lama.