Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suwendra, menyoroti keterlibatan investor asal China dalam rantai pasok telur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan peternak ayam petelur lokal.
Ini kebijakan yang berpotensi salah arah. Di saat produksi dalam negeri surplus, justru ruang pasar diberikan kepada investor asing. Peternak rakyat kita mau dikemanakan? kata Suwendra, dikutip Minggu(3/5/2026).
Suwendra menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara cermat, mengingat kondisi produksi telur nasional yang tengah mengalami surplus. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi telur ayam ras Indonesia mencapai sekitar 6,34 juta ton pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,52 juta ton pada 2025.
Ia menegaskan bahwa program MBG seharusnya menjadi peluang strategis untuk menyerap produksi peternak dalam negeri, bukan justru membuka ruang dominasi bagi investor asing yang memiliki keunggulan dari sisi modal, teknologi, dan jaringan distribusi.
Program MBG itu seharusnya menjadi peluang emas untuk menyerap produksi peternak lokal, bukan malah membuka pintu bagi dominasi asing. Ini ironi kebijakan, ujarnya.