Jakarta, Gesuri.id- Sejumlah mantan jurnalis dan sejarawan membagikan catatan sejarah mengenai ketatnya represi dan sensor militer terhadap media massa di era Orde Baru, khususnya menjelang dan pasca-Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Peristiwa Kudatuli.
Salah satu bentuk represi yang paling nyata adalah adanya larangan bagi media untuk menulis nama Megawati Soekarnoputri.
Para jurnalis kala itu dipaksa mengubah nama tersebut menjadi Megawati Taufiq Kiemas sebagai bagian dari upaya de-Soekarnoisasi oleh penguasa.
Kisah-kisah tersebut diungkapkan dalam diskusi demokrasi bertajuk 30 Tahun Kudatuli, dalam catatan wartawan: Refleksi Perjuangan Wartawan, Merekam Kebenaran dan Menjaga Independensi yang diselenggarakan di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2026).
Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda