Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, kesal mendengar penjelasan BMKG yang dianggapnya normatif saat memaparkan cuaca dan jarak pandang saat kecelakaan pesawat ATR terjadi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Lasarus mengatakan penjelasan itu seolah menggiring opini pesawat tak punya pilihan selain menabrak gunung.
Hal itu disampaikan Lasarus dalam rapat kerja bersama Kemenhub, KemenPU, Basarnas, hingga BMKG di ruang rapat Komisi V DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (22/1). Dia awalnya mempertanyakan maksud jarak pandang yang dijelaskan BMKG.
Kalau bicara jarak pandang, jarak pandang itu kan dari arah pendaratan, Pak, apakah ini jarak pandang dari arah pendaratan atau jarak pandang tidak dari arah pendaratan ini mesti diperjelas dulu, kata Lasarus.
Dia mengatakan pihaknya tak masuk urusan teknis penerbangan. Namun, katanya, kondisi cuaca akan sangat menentukan pengambilan keputusan pilot.
Keadaan cuaca ini menentukan karena konon katanya pilihannya sulit, kalau tidak belok ke arah situ, tapi masuk ke CB, pilih mana CB sama gunung? Milih CB-lah daripada milih gunung, kalau milih CB masih ada peluang Pak meski kecil, kalau milih gunung nggak ada peluang, katanya.