Lestarikan Tradisi dan Ukir Prestasi, Sofyan Tan Tegaskan Filosofi Barongsai Lahirkan Pemimpin Berempati

Acara meriah ini terselenggara atas kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Komisi X DPR RI.
Jum'at, 25 September 2026 11:21 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Medan, Gesuri.id Kecerdasan intelektual semata dinilai tidak cukup untuk membawa seseorang menjadi pemimpin bangsa yang berhasil. Kemampuan merasakan penderitaan orang lain serta memiliki empati mendalam menjadi kunci utama yang wajib dimiliki oleh generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Pesan moral mendalam tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, dalam ajang bertajuk Barongsai, Melestarikan Tradisi Mengukir Prestasi di Lobi Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Kamis (24/9). Acara meriah ini terselenggara atas kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Komisi X DPR RI.

​Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, civitas akademika Universitas ST Bhinneka, perwakilan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sumatera UtaraCoach Vicktor dan David Candraserta para atlet barongsai dari lima sekolah terkemuka di Medan (SMA Sultan Iskandar Muda, SMA Budi Utomo, SMA Bodhicitta, SMA Cinta Budaya, dan SMA Mian Zhong).

Baca:9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Sofyan Tan mengulas sejarah panjang pertunjukan barongsai yang bermula dari Dinasti Ming di Tiongkok hingga berkembang pesat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa barongsai bukan sekadar seni pertunjukan visual, melainkan kombinasi ketangkasan seni bela diri wushu dan keindahan gerak tari.

Baca juga :