Jakarta, Gesuri.id - Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Tanpa penguatan kualitas kurikulum dan kebijakan pemerintah yang adil, keberadaan kampus swasta terancam tergilas oleh pesatnya dinamika pendidikan tinggi nasional.
Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat menjadi narasumber Workshop Desain & Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Hall STIE Eka Prasetya, Medan, Kamis (24/9). Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Komisi X DPR RI.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Dalam pemaparannya, Sofyan Tan menyoroti wacana pemerintah terkait kebijakan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ia menilai, kebijakan tersebut akan menempatkan PTS dalam posisi yang sangat sulit karena kelangsungan operasional kampus swasta selama ini bergantung pada dana pendaftaran dan uang kuliah mahasiswa.
"Hari ini PTS sedang menghadapi masa-masa sulit. Jika pemerintah memberlakukan kuliah gratis untuk PTN, bagaimana nasib PTS? Oleh karena itu, usulan saya: jika PTN digratiskan oleh negara, alokasi Program KIP Kuliah tidak boleh lagi diberikan ke PTN, melainkan dialihkan seluruhnya untuk PTS," tegas Sofyan Tan.
Sofyan membeberkan fakta bahwa dari sekitar 4,6 juta lulusan SMA/SMK sederajat setiap tahunnya, daya tampung PTN hanya berkisar 650 ribu mahasiswa. Sebagian besar lulusan memang terserap ke PTS dan Universitas Terbuka, namun ada sekitar 3 juta anak yang gagal melanjutkan pendidikan karena kendala biaya.
Kondisi ini berdampak langsung pada Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia yang masih tergolong rendah, yakni di kisaran 32 hingga 36 persen.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Agar PTS tetap bertahan dan APK perguruan tinggi kita melonjak, anggaran KIP Kuliah harus difokuskan 100 persen ke PTS. Kuota KIP Kuliah yang saat ini hanya sekitar 1 juta mahasiswa perlu ditingkatkan menjadi 2 juta mahasiswa khusus untuk kampus swasta. Dengan begitu, masyarakat kurang mampu dapat berkuliah di PTS secara gratis dan adil," paparnya.
Selain memperjuangkan alokasi beasiswa serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta (BOPTS), Sofyan juga mengimbau pengelola PTS untuk memperkuat benteng pertahanan internal. Salah satu langkah strategisnya adalah merekonstruksi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Ia menekankan bahwa kampus swasta harus memiliki spesialisasi keahlian (micro-skills) yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, seperti penguasaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Langkah ini penting agar PTS mampu mencetak lulusan yang inovatif, kreatif, dan siap diserap pasar kerja.

















































































