Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Maryani Sabran, menyoroti masih tingginya persentase jalan kabupaten/kota yang kondisinya belum mantap. Dari total sekitar 14.565,03 kilometer jalan kabupaten/kota, baru 38,44 persen yang masuk kategori mantap, sementara 61,56 persen lainnya masih dalam kondisi belum mantap.
Kalteng ini wilayahnya memang luas. Tapi jangan sampai karena luas wilayah, masyarakat di pedalaman, pesisir, perbatasan, dan daerah terpencil justru menerima pelayanan publik yang lebih rendah, kata Maryani, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Menurut Maryani, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan pembangunan infrastruktur, khususnya antara jaringan jalan provinsi dengan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, luas wilayah Kalteng yang mencakup kawasan pedalaman, pesisir, perbatasan hingga daerah terpencil tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk mendapatkan akses infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih rendah.
Ia menilai pemerataan pembangunan infrastruktur harus ditempatkan sebagai salah satu indikator penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Sebab, kondisi jalan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.