Ikuti Kami

Ony Setiawan Inisiasi Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro

Musik campursari bukan sekadar hiburan pemuas dahaga seni, melainkan identitas kultural yang sarat akan nilai luhur.

Ony Setiawan Inisiasi Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Bojonegoro, Gesuri.id - Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.

Ratusan warga dari berbagai kalangan usia memadati lapangan untuk menikmati Pagelaran Musik Campursari “Tombo Ati”, sebuah ikhtiar menjaga tradisi agar tak tergerus zaman.

Acara yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur ini menjadi wadah melestarikan kesenian campursari sekaligus memberi ruang ekspresi bagi para pelakunya.

Ony Setiawan menegaskan musik campursari bukan sekadar hiburan pemuas dahaga seni, melainkan identitas kultural yang sarat akan nilai luhur.

”Campursari dengan perpaduan instrumen kendang dan gitar ini bukan sekadar musik pelipur lara, tetapi telah menjelma sebagai kultur budaya,” katanya, Minggu (8/11/2026).

“Melalui pagelaran ini, kita merawat dan melestarikan budaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap mencintai warisan bernilai tinggi ini,” imbuh Ony di sela-sela kegiatan.

Panggung Ekspresi dan Penggerak Ekonomi

Hal senada disampaikan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang juga Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Deddy Haryono.

Menurutnya, kesenian daerah butuh ruang tampil yang berkelanjutan agar regenerasi penikmat maupun pelaku seni dapat berjalan dengan baik.

”Pelestarian ini memberi ruang tampil bagi seniman daerah untuk memajukan kebudayaan serta meneguhkan peran generasi muda. Kesenian daerah harus terus diperhatikan melalui panggung ekspresi dan fasilitasi bersama,” kata Deddy.

Tak hanya berdampak pada aspek kebudayaan, pagelaran seni tradisional ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menyoroti adanya perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh seniman dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

”Kegiatan peninggalan leluhur ini membuat kita tetap berkepribadian dan berkebudayaan. Selain hiburan, ada aliran ekonomi yang mengalir untuk para seniman dan UMKM,” ungkap Bambang.

Quote