Membasuh Wajah Peradaban: Menggugat Akar Pendidikan di Bawah Panji Pancasila dan Ajaran Bung Karno

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. (Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan).
Sabtu, 09 Mei 2026 08:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Momentum ini sejatinya menjadi ruang refleksi nasional untuk meninjau kembali arah pendidikan Indonesia yang semakin jauh dari cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Pendidikan bukan hanya persoalan angka statistik, kelulusan, atau pergantian kurikulum, melainkan menyangkut masa depan peradaban bangsa.

Dalam refleksinya memperingati Hardiknas 2026, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta, menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan alat perjuangan untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan kolonialisme.

Pemikiran tersebut sejalan dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara dan Soekarno yang menempatkan pendidikan sebagai sarana membangun karakter bangsa.

Menurutnya, Bung Karno sejak awal telah menekankan pentingnya nation and character building. Pendidikan tidak boleh hanya menjadi alat transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi harus menjadi proses memanusiakan manusia agar memiliki mentalitas merdeka, berani berpikir, serta mampu menjaga jati diri kebangsaan.

Baca juga :