Ikuti Kami

Atasi Masalah Literasi, Anggota DPRD Kota Tangerang Dirikan ‘Rumah Belajar Gesuri’ Gratis

Inisiatif ini lahir sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terkait kendala pendidikan dan perubahan kurikulum.

Atasi Masalah Literasi, Anggota DPRD Kota Tangerang Dirikan ‘Rumah Belajar Gesuri’ Gratis
Anggota DPRD Kota Tangerang sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gesuri Mesias Bintang Merah dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id -  Anggota DPRD Kota Tangerang sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gesuri Mesias Bintang Merah menghadirkan layanan pendidikan gratis melalui "Rumah Belajar Gesuri".

Inisiatif ini lahir sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terkait kendala pendidikan dan perubahan kurikulum yang berdampak pada kemampuan dasar siswa di lapangan.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Gesuri mengungkapkan bahwa pendirian rumah belajar ini bermula dari keprihatinannya saat menemukan banyak anak usia Sekolah Dasar (SD) yang belum lancar membaca dan menulis. Selain itu, tingginya minat anak-anak untuk belajar bahasa Inggris sering kali terbentur oleh kendala biaya.

"Rumah belajar ini lahir dari aduan dan curhatan masyarakat. Saya pribadi menemukan di lapangan masih banyak anak SD yang belum bisa baca-tulis. Ada juga yang ingin sekali belajar bahasa Inggris tapi terkendala biaya," ujar Gesuri saat menjelaskan latar belakang program tersebut.

Rumah Belajar Gesuri menyediakan berbagai program bimbingan belajar, mulai dari kelas Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung), Matematika, hingga Bahasa Inggris. Layanan ini menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA.

Meskipun layanan ini bersifat gratis, Gesuri menegaskan bahwa kualitas pengajaran tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, terdapat empat tenaga pengajar relawan yang memiliki latar belakang pendidikan profesional.

"Saya tidak mau asal-asalan memberikan layanan kepada masyarakat hanya karena ini gratis. Kami dibantu oleh empat guru relawan yang memang dasarnya adalah pengajar. Dua guru fokus untuk jenjang PAUD hingga SD, dan dua lainnya untuk SD kelas 4 hingga SMA," tambahnya.

Program rumah belajar ini tercatat sudah berjalan selama kurang lebih tiga bulan, sementara kelas bahasa Inggris gratis sebagai program rintisan telah berlangsung selama satu tahun. Hingga saat ini, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan jumlah siswa yang terdaftar mencapai 180 hingga 190 anak.

Gesuri menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk realisasi janji kampanye dan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan oleh warga Kota Tangerang. 

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak 

Ke depannya, ia berencana untuk memperluas jangkauan program ini guna mengakomodasi aspirasi masyarakat di wilayah lain yang masih memiliki kendala akses pendidikan.

"Rencana untuk menambah (titik lokasi) pasti ada, karena banyak aspirasi dari masyarakat yang masuk kepada kami," pungkasnya.

Quote