Mengabdi Tanpa Batas Usia: Kisah Haru Pengajar Ngaji 100 Tahun yang Sentuh Hati Anggota DPR RI Hj. Ansari

Keteladanan Suidah membuktikan bahwa semangat berbagi ilmu dan pengabdian tidak terbatas oleh usia.
Selasa, 13 Oktober 2026 13:28 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Pamekasan, Gesuri.id Dedikasi pantang menyerah ditunjukkan oleh Suidah, seorang nenek berusia satu abad asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Meski hidup sebatang kara dan memiliki gangguan pendengaran, perempuan berusia 100 tahun ini tetap setia mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak di sekitarnya.

​Ketulusan Suidah tersebut menyentuh hati anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari. Menurut Ansari, keteladanan Suidah membuktikan bahwa semangat berbagi ilmu dan pengabdian tidak terbatas oleh usia.

Baca:Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Saya sangat terharu melihat semangat Ibu Suidah. Di usia 100 tahun, beliau masih mengabdikan diri mengajar ngaji. Semoga bantuan ini bermanfaat dan semangat beliau menjadi inspirasi bagi kita semua, ujar Hj. Ansari saat penyerahan bantuan di Rumah Aspirasi, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (12/10).

Baca juga :