Jakarta, Gesuri.id — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam membenahi sektor pendidikan.
Langkah berkesinambungan mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga penyaluran bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)—kini membuahkan hasil.
Jakarta berhasil menyabet predikat sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Berdasarkan pemeringkatan QS Best Student Cities 2027, Jakarta menempati peringkat ke-117 di tingkat dunia sekaligus menjadi posisi tertinggi untuk kota di Indonesia. Posisi Jakarta disusul ketat oleh Yogyakarta yang berada tepat di bawahnya, yakni peringkat ke-118 dunia.
"Ini terbukti. Jakarta yang selama ini bukan kota terdidik atau kota pelajar nomor satu, sekarang berhasil menjadi kota pelajar nomor satu se-Indonesia," ujar Pramono usai meninjau renovasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan. Saat ini, mayoritas siswa dari keluarga kurang mampu yang memenuhi kriteria telah terjangkau oleh program KJP maupun KJMU.
Meski begitu, ia menekankan bahwa bantuan finansial harus diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Menurutnya, revitalisasi sarana dan prasarana sekolah memegang peranan krusial agar kualitas pembelajaran dapat berjalan optimal.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta diminta aktif mendata dan mengajukan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.
"Pendidikan adalah prioritas utama di Jakarta. Percuma jika sarana dan prasarananya tidak dipersiapkan dengan baik. Saya sudah minta Dinas Pendidikan untuk menyiapkan fasilitas terbaik," tegasnya.
Pramono juga menyoroti pentingnya aspek pemeliharaan aset sekolah setelah proses renovasi rampung.
"Keputusan renovasi dan pengawasannya biasanya saya putuskan dalam rapat terbatas. Salah satu kelemahan yang kerap terjadi adalah kita bisa membangun, tetapi kurang merawat. Ini yang harus kita ubah," lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov DKI Jakarta tercatat telah menyelesaikan renovasi 16 dari target 19 gedung sekolah pada tahun anggaran 2025. Proyek renovasi dan revitalisasi yang tersebar di lima wilayah kota administrasi ini menelan total anggaran sebesar Rp876,7 miliar.
Program pembenahan fisik ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Beberapa sekolah yang menjadi sasaran renovasi di antaranya:
- Jakarta Barat: SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33 Jakarta, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130 Jakarta, SDN Kota Bambu 01/02, TKN Meruya Selatan, serta alih fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 298.
- Jakarta Timur: SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, dan SDN Pekayon 05/12.
- Jakarta Selatan: SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, SMPN 15 Jakarta, serta pembangunan USB SMPN 299.
- Jakarta Utara & Pusat: SMKN 55 Jakarta (Jakarta Utara) dan SDN Petojo Utara 01 (Jakarta Pusat).

















































































