Mufti Anam Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace, Pasca Israel-AS Serang Iran

Keikutsertaan Indonesia dalam forum bentukan AS itu perlu dievaluasi demi menjaga prinsip keikutsertaan Indopolitik luar negeri bebas aktif.
Rabu, 04 Maret 2026 22:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP) menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum bentukan AS itu perlu dievaluasi demi menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Negara non-blok yang berdiri di atas prinsip bebas aktif? Atau negara yang perlahan secara sengaja menjual diri dan kemudian tersandera dalam pusaran Amerika? Setelah Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran (bahkan sepulang Presiden kita pulang dari Amerika), sekarang saya bertanya: di mana posisi Indonesia hari ini? tulis Mufti di Instagramnya @mufti.anam, dikutip Rabu (4/3/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo itu mempertanyakan posisi Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam (Charter) Board of Peace di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Penandatanganan tersebut menandai Indonesia sebagai anggota pendiri dewan perdamaian internasional itu.

Mufti juga menyoroti peran Presiden AS, Donald Trump, yang disebutnya sebagai Ketua BOP dan inisiator serangan terhadap Iran. Ia mempertanyakan relevansi forum tersebut ketika eskalasi konflik justru meningkat.

Baca juga :