Muktamar Ke-35 NU: Said Abdullah Ingatkan Jati Diri Organisasi dan Bahaya Pragmatisme Politik

NU bisa berkembang sedemikian besar karena ditopang oleh para kiai dan komunitas pesantren sebagai subkultur,
Rabu, 26 Agustus 2026 11:08 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Surabaya, Gesuri.id Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak terseret ke dalam ingar-bingar politik praktis maupun pragmatisme perebutan kepemimpinan. Ia mendorong NU untuk terus memperkuat jati dirinya sebagai kekuatan moral, kultural, dan keumatan.

​Pesan tersebut disampaikan Said menjelang perhelatan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 2731 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

​NU bisa berkembang sedemikian besar karena ditopang oleh para kiai dan komunitas pesantren sebagai subkultur, ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2026).

Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo

​Menurut Said, kekuatan utama NU tidak semata bertumpu pada struktur jamiyyah, melainkan pada pondasi tradisi keilmuan Asyariyah dan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, serta kearifan lokal yang tumbuh secara organik. Modal sosial ini dinilainya perlu terus dirawat agar NU tak kehilangan arah keteladanan.

Baca juga :