Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati menegaskan peristiwa meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolahnya harus menjadi catatan bagi sistem pendidikan di Indonesia.
Ia pun meminta pemerintah memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) serta harus diberikan sesuai sasaran.
Dukacita mendalam kami sampaikan atas meninggalnya ananda di Kabupaten Ngada, NTT, karena merasa tertekan tak mampu membeli kebutuhan sekolahnya. Kejadian tragis ini menjadi pukulan keras bagi nurani dan rasa kemanusiaan kita bersama, ujar MY Esti Wijayati kepada wartawan, Kamis, 5 Februari.
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Seperti diketahui, siswa kelas IV SD di Ngada, NTT, YBS (10) diduga bunuh diri karena putus asa tak bisa membeli pena dan buku seharga Rp 10.000. Saat meminta uang untuk membeli buku dan pena, ibunya MGT (47) menjawab mereka tak punya uang.