Abu Dhabi, Gesuri.id - Pemerintah Timor Leste mengundang Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Timor-Leste untuk menerima penghargaan tertinggi medali Grand Colar Ordem de Timor Leste dari Pemerintah Timor Leste atas jasa Ibu Megawati dalam persahabatan kedua negara.
Di sela-sela penganugerahan Zayed Award 2026, Megawati menerima kunjungan kehormatan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta di Abu Dhabi, UEA. Kedua tokoh yang bersahabat sejak lama itu membincangkan perihal hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste yang semakin kuat dan kokoh.
Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi yang hadir dalam pertemuan menjelaskan dan mengutip percakapan kedua tokoh tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
“Kami menyampaikan, bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste semakin kokoh. Timor Leste telah menjadi anggota ASEAN, dan kerjasama perdagangan kedua negara terus meningkat. Bahasa Indonesia masih digunakan oleh warga Timor Leste. Maka dari itu, kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan peran Megawati dalam mendorong hubungan bilateral kedua negara," ujar Presiden Jose Ramos Horta.
Atas dasar itu, kata Zuhairi, Presiden Jose Ramos Horta mengundang Megawati ke Timor Leste untuk penganugerahan medali Grand Colar Ordem de Timor Leste, karena dianggap berperan dalam hubungan bilateral kedua negara.
"Kami mengundang Ibu Megawati untuk berkunjung ke Timor-Lesti untuk menerima penghargaan tertinggi medali Grand Colar Ordem de Timor Leste dari Pemerintah Timor Leste atas jasa Ibu Megawati dalam persahabatan kedua negara. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia dan Raja Brunei Darussalam," lanjut Presiden Jose Ramos Horta.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Megawati mengucapkan terima kasih dan bersedia memenuhi undangan Presiden Jose Ramos Horta. "Saya mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden Jose Ramos Horta dan bersedia untuk melakukan kunjungan ke Timor Leste," ujar Megawati.
Selanjutnya kedua tokoh membincang perihal ideogi marhaenisme Bung Karno yang menginspirasi ideologi Baubere di Timor Leste. "Marhaenisme adalah ideologi yang diciptakan Bung Karno setelah berjumpa dan berdialog dengan seorang petani di Bandung bernama Pak Marhaen. Intinya, marhaenisme mengajarkan agar kita berdikari, berpijak di atas kaki sendiri, dan berdaulat", pungkas Megawati.
Zuhairi pun menambahkan saat Gala Dinner usai seremoni Zayed Award 2026, kedua tokoh itu sangat kompak. Mereka duduk bersebelahan di Gala Dinner dan berbincang-bincang dan sempat foto bersama usai seremoni Zayed Award 2026.

















































































