Pasar RI Dikepung Produk Asing, Darmadi Durianto: Kedaulatan Industri Tekstil Diujung Tanduk

Praktik ini dinilai menjadi pintu masuk bagi thrifting impor ilegal yang secara langsung mematikan UMKM dan produsen garmen lokal.
Senin, 27 April 2026 17:10 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi, Darmadi Durianto, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi industri tekstil nasional. Ia menilai sektor ini kian terdesak akibat dominasi produk impor dan ancaman serbuan limbah tekstil dari luar negeri yang merusak ekosistem pasar domestik.

Pasar nasional tidak boleh terus dikuasai asing. Jika pembiaran ini berlanjut, industri kita bisa mati di negeri sendiri, tegas Darmadi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Membedah Gejolak Industri Tekstil Nasional di Megawati Institute, Senin (27/4).

FGD yang dipimpin langsung oleh Darmadi menghadirkan berbagai asosiasi dan pemangku kepentingan, di antaranya:

* Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB)
* Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)
* Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI)
* Perkumpulan Pengusaha Pakaian dan Perlengkapan Bayi (P4B)
* Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN)
* Asosiasi Industri Kecil Menengah Indonesia (AIKMI)
* Asosiasi Pedagang Lokal Indonesia (APLI)
* IKM Majalaya
* Aliansi Masyarakat Tekstil Indonesia

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam forum tersebut adalah maraknya impor Shredded Worn Clothing (SWC) atau limbah tekstil dalam volume masif. Diduga, terdapat celah dalam pengaturan HS Code yang dimanfaatkan oknum untuk memasukkan pakaian bekas layak pakai dengan label limbah.

Baca juga :