Jakarta, Gesuri.id - Pasokan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Landak menghadapi tantangan serius memasuki musim kemarau. Berkurangnya debit air sungai diperparah oleh pendangkalan akibat sedimentasi pasir yang dinilai semakin mengganggu operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan pipa pengambilan air (intake) PDAM kerap menyentuh dasar sungai ketika hujan tidak turun selama beberapa hari.
Kalau dua sampai tiga hari tidak hujan, PDAM bisa lumpuh karena pipa intake-nya sudah sampai ke dasar sungai akibat pendangkalan, kata Bupati Karolin, Selasa (31/3/2026).
Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda
Situasi ini dinilai cukup memprihatinkan karena sungai tersebut merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat. Ketika dasar sungai semakin dangkal, proses pengambilan air menjadi semakin sulit dan berpotensi mengganggu distribusi air bersih.