Ikuti Kami

Soroti Isu LGBT di Depok, Yuni Indriany: Sanksi Bukan Solusi Akhir, Konseling Jadi Strategi Preventif

Penguatan layanan konseling, pendidikan karakter, dan optimalisasi peran keluarga harus menjadi strategi utama.

Soroti Isu LGBT di Depok, Yuni Indriany: Sanksi Bukan Solusi Akhir, Konseling Jadi Strategi Preventif
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si.

Jakarta, Gesuri.id - Ramainya polemik isu LGBT yang belakangan menjadi perbincangan publik mendorong perlunya evaluasi mendalam terhadap pola pembinaan generasi muda.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., menilai berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan sanksi semata.

Yuni menekankan bahwa penguatan layanan konseling, pendidikan karakter, dan optimalisasi peran keluarga harus menjadi strategi utama. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.

"Generasi muda saat ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat dan terbuka. Karena itu, pendidikan karakter, penguatan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial harus terus menjadi perhatian bersama," ujar Yuni, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Jumat (5/6).

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Menurut Yuni, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan karakter anak muda. Oleh sebab itu, keterlibatan lintas sektor—mulai dari keluarga, sekolah, kampus, masyarakat, hingga pemerintah—menjadi faktor kunci agar generasi muda memperoleh pendampingan yang tepat.

Setiap persoalan yang muncul di kalangan remaja maupun mahasiswa, lanjut Yuni, harus disikapi secara bijaksana melalui pendekatan pembinaan yang berorientasi pada pencegahan (preventif) serta penguatan kapasitas diri. dalam konteks ini, layanan konseling memiliki peran yang sangat strategis.

"Layanan konseling bukan sekadar ruang untuk menyelesaikan persoalan individu, tetapi juga sarana untuk membangun ketahanan mental dan sosial, memperkuat kemampuan berkomunikasi, serta membantu mereka mengambil keputusan yang bijak," tutur Yuni.

Catatan Penting: Perundungan, stigma, maupun penghakiman massal di ruang publik tidak akan menyelesaikan masalah. Pendekatan edukatif dan dialogis jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas sosial.

Untuk menghadapi dinamika sosial di lingkungan peserta didik, Yuni menawarkan sejumlah langkah konkret yang perlu diadopsi oleh lembaga pendidikan dan pemerintah daerah:

1. Penyusunan Pedoman yang Jelas: Lembaga pendidikan harus memiliki panduan terarah dan konsisten dalam menghadapi dinamika sosial siswa agar tidak memicu konflik di masyarakat.

2. Penguatan Nilai Dasar: Mengintegrasikan nilai agama, wawasan kebangsaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam aktivitas belajar-mengajar.

3. Peningkatan Literasi Digital: Membekali remaja kemampuan memfilter informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

4. Efektifkan Aturan yang Ada: Yuni berpandangan Depok tidak selalu membutuhkan regulasi atau perda baru. Hal yang paling krusial adalah memastikan aturan dan mekanisme yang sudah ada saat ini dijalankan secara konsisten dan efektif.

Baca: Ganjar Pranowo Bongkar Akar Sistemik Korupsi

DPRD Kota Depok menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan religius di masyarakat. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan ruang dialog yang sehat, saling menghormati, dan mengedepankan persatuan.

Menutup pernyataannya, Yuni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, melainkan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan.

"Ukuran keberhasilan sebuah masyarakat bukan hanya pada kemampuannya memberikan sanksi, tetapi pada kemampuannya membina, mendampingi, dan menyiapkan generasi mudanya agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas. Konseling dan pendidikan karakter adalah investasi masa depan bangsa," pungkasnya.

Quote