Penutupan Wisata Kalipait Dinilai Alarm Tata Kelola Sampah Bondowoso

Sinung Sudrajad menilai penutupan objek wisata Kalipait akibat persoalan sampah menjadi alarm serius lemahnya tata kelola lingkungan
Senin, 05 Januari 2026 23:21 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Bondowoso, Gesuri.id Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajad menilai penutupan objek wisata Kalipait akibat persoalan sampah menjadi alarm serius lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan strategis pariwisata Bondowoso.

Menurutnya, persoalan sampah seharusnya tidak menjadi penghambat utama destinasi wisata, terlebih Kalipait berada di kawasan Ijen Geopark yang menjadi etalase pariwisata daerah.

Seharusnya sistem pengelolaan sampah disiapkan matang sebelum destinasi wisata dioperasionalkan. Apalagi Bondowoso akan menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark pada Juni mendatang, kata Sinung, Sabtu (3/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso ini menilai kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Taman Krocok yang mendapat kartu merah menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah secara sistemik.

Padahal, di sisi lain, Bondowoso memiliki komunitas pengelola sampah seperti SARKA Space yang terbukti mampu mengelola sampah, khususnya sampah organik, secara efektif di tingkat komunitas.

Baca juga :