Bondowoso, Gesuri.id – Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajad menilai penutupan objek wisata Kalipait akibat persoalan sampah menjadi alarm serius lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan strategis pariwisata Bondowoso.
Menurutnya, persoalan sampah seharusnya tidak menjadi penghambat utama destinasi wisata, terlebih Kalipait berada di kawasan Ijen Geopark yang menjadi etalase pariwisata daerah.
“Seharusnya sistem pengelolaan sampah disiapkan matang sebelum destinasi wisata dioperasionalkan. Apalagi Bondowoso akan menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark pada Juni mendatang,” kata Sinung, Sabtu (3/1/2026).
Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso ini menilai kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Taman Krocok yang mendapat “kartu merah” menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah secara sistemik.
Padahal, di sisi lain, Bondowoso memiliki komunitas pengelola sampah seperti SARKA Space yang terbukti mampu mengelola sampah, khususnya sampah organik, secara efektif di tingkat komunitas.
“Seharusnya komunitas seperti ini dilibatkan langsung. Mereka bahkan mendapat penghargaan dari Telkom dan membawa nama baik Bondowoso, tapi hingga kini belum mendapat apresiasi dari pemerintah,” ujarnya.
Sinung menekankan pentingnya membangun kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, BKSDA, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ia mendesak agar persoalan ini dibahas secara serius dan substansial, bukan sekadar formalitas rapat, agar objek wisata dapat kembali dibuka dengan sistem pengelolaan sampah yang tertib dan efektif.

















































































