Proyek Infrastruktur Era Jokowi, Deddy Sitorus: Anggaran Negara Besar, Tak Beri Manfaat

Kereta Cepat Whoosh dan Bandara Internasional Jogyakarta (YIA), setiap tahun mengalami kerugian Rp1 triliun.
Jum'at, 06 November 2026 22:01 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggora Komisi ll DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus melontarkan kritik terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai proyek-proyek tersebut perlu dievaluasi karena menggunakan anggaran besar negara, namun dinilai belum memberikan manfaat ekonomi yang sepadan.

Dua proyek raksasa ini, Kereta Cepat Whoosh dan Bandara Internasional Jogyakarta (YIA), setiap tahun mengalami kerugian Rp1 triliun, kata Deddy dikutip Jumat (6/11/2026).

Deddy secara khusus menyoroti Kereta Cepat JakartaBandung atau Whoosh dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Menurut dia, kedua proyek tersebut masih menghadapi persoalan finansial serius yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

Kritik tersebut, menurut Deddy, menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek strategis nasional. Infrastruktur yang semestinya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dinilai perlu diukur berdasarkan tingkat utilisasi, pendapatan, beban pembiayaan, serta manfaat ekonominya.

Baca juga :