Ikuti Kami

Rony Kamtoro Minta Wali Kota Solo Terbuka Soal Sumber Dana Baliho Ucapan Ulang Tahun Jokowi

"Kalau itu [pemasangan baliho] pakai APBD, saya menolak dan tidak rela. Karena itu kan uang rakyat."

Rony Kamtoro Minta Wali Kota Solo Terbuka Soal Sumber Dana Baliho Ucapan Ulang Tahun Jokowi
Ilustrasi. Baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Solo Fraksi PDI Perjuangan, Rony Kamtoro, meminta Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan penjelasan secara terbuka terkait sumber dana pemasangan sejumlah baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terpasang di beberapa titik di Kota Solo.

"Kalau itu [pemasangan baliho] pakai APBD, saya menolak dan tidak rela. Karena itu kan uang rakyat, digunakannya pun harus untuk kepentingan rakyat. Apalagi nuwun sewu dipergunakan untuk ucapan ulang tahun dan menghamburkan uang rakyat," kata Rony, dikutip Rabu (24/6/2026).

Rony menilai penggunaan anggaran daerah harus dilakukan secara hati-hati dan diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran yang masih berlangsung di berbagai sektor pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa Kota Solo saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga seluruh sumber daya pemerintah seharusnya difokuskan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Padahal kita baru efisiensi. Nah ini yang harus diperhatikan," ucapnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Serengan itu menjelaskan bahwa pengelolaan baliho dan media luar ruang berada pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja Komisi II DPRD Solo. Karena itu, pihaknya merasa perlu mendapatkan penjelasan yang jelas terkait mekanisme pemasangan baliho tersebut.

Menurut Rony, apabila pemasangan baliho dilakukan sesuai prosedur dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka hal tersebut dapat dipandang positif. Namun ia menegaskan akan menolak apabila pemasangan baliho menggunakan dana APBD.

"Baliho-baliho itu kan masuknya di dinas-dinas mitra kerja kami. Kalau pemasangan baliho dilakukan secara benar, dan ada pemasukan untuk pemerintah kota, saya rasa itu hal yang baik. Karena menambah PAD Solo. Tapi kalau pemasangan itu memakai APBD, saya selaku pribadi dan anggota Komisi II, menolak," tegasnya.

Rony kembali mendesak Pemerintah Kota Solo untuk segera memberikan klarifikasi agar polemik yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

"Pemkot Solo harus segera klarifikasi secara benar. Kalau informasi yang kami dapat kemarin, katanya pakai APBD memasangnya," ujarnya. 

Ia menilai penggunaan anggaran daerah untuk baliho ucapan ulang tahun tidak tepat dilakukan. Menurutnya, situasi akan berbeda apabila pemasangan baliho tersebut menggunakan dana pribadi wali kota dan bukan berasal dari anggaran pemerintah.

"Walaupun itu perintahnya Mas Wali Kota, kalau pakai APBD pun kan tidak benar. Tapi kalau itu Mas Wali Kota secara pribadi mengeluarkan uang ya itu hal yang wajar," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan tanggapan terkait polemik yang muncul atas pemasangan baliho ucapan ulang tahun Jokowi di sejumlah lokasi di Kota Solo.

“Saya siap salah, Pak Ketua,” kata Respati saat diwawancarai wartawan di depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Selasa (23/6/2026).

Respati menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Solo memang memasang baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi di beberapa titik. Namun, ia tidak merinci besaran anggaran yang digunakan untuk pembuatan maupun pemasangan baliho tersebut.

“Kami memasang beberapa titik karena keberkahan beliau. Sampai hari ini pun Kota Solo tetap mendapatkan berkah,” ungkapnya.

Polemik pemasangan baliho tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk kalangan politik, yang mempertanyakan dasar kebijakan serta sumber pendanaan yang digunakan dalam pemasangan baliho ucapan ulang tahun tersebut.

Quote