Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengatakan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sudah lama tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan setelah dipecat dari keanggotaan partai. Menurut dia, persoalan Jokowi juga tidak lagi menjadi bahan pembahasan di lingkungan internal PDI Perjuangan.
“Pilpres sudah lama berlalu, pilpres berikutnya sudah di depan mata, sementara mereka masih membeku di tahun 2024,” ujar Deddy Sitorus, Senin (26/10/2026).
Hal itu dikatakannya merespons pernyataan Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, yang menuding PDI Perjuangan masih membenci Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Joko Widodo karena kalah dalam Pilpres 2024.
Deddy menegaskan kontestasi Pilpres 2024 telah lama berlalu dan meminta polemik tersebut tidak terus dikaitkan dengan PDI Perjuangan.
Ia juga menilai pernyataan yang disampaikan Andi Azwan mencerminkan sikap pihak-pihak yang cenderung mencari kedekatan dengan penguasa demi kepentingan pribadi.
“Andi Azwan itu adalah contoh paling gamblang ketika seorang pemimpin dikelilingi para penjilat dan kaum medioker. Orang-orang seperti mereka banyak dipelihara selama masa kekuasaan Jokowi. Mereka para petualang dan parasit kekuasaan yang buta hati, buta nalar dan hanya mementingkan interest pribadi untuk berbiak di ketiak kekuasaan,” katanya.
Lebih lanjut, Deddy menegaskan PDI Perjuangan tidak mencampuri urusan pribadi Jokowi maupun keluarganya. Ia menyatakan hubungan politik antara Jokowi dan PDI Perjuangan telah berakhir sehingga, menurutnya, tidak semestinya partai tersebut terus dikaitkan dengan berbagai persoalan yang menyangkut mantan presiden itu.
“Saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tak pernah turut campur urusan Jokowi dan keluarga. Kalau kita melakukan itu, mungkin mereka sudah terpuruk lebih jauh dan lebih cepat!” ujar Deddy.
Ia juga meminta agar polemik mengenai hubungan PDIP dan Jokowi tidak terus diangkat kembali. Deddy menegaskan partainya tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan mantan presiden tersebut.
“Berdoa saja agar tetap seperti itu karena kami tidak suka berurusan dengan barang bekas. Jokowi dan PDI Perjuangan sudah lama, jadi tidak usah dikait-kaitkan,” pungkasnya.

















































































