Puan Maharani Tekankan Pengawasan yang Adaptif dan Kolaboratif Hadapi Ancaman Siber dan Kejahatan Keuangan

Tantangan baru seperti transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, ancaman keamanan siber, kejahatan keuangan lintas negara.
Sabtu, 11 Juli 2026 00:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya pendekatan pengawasan yang adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola negara, termasuk ancaman keamanan siber dan kejahatan keuangan lintas negara.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office (ANAO) atau Badan Pemeriksa Keuangan Australia bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta.

Saat ini kita juga menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks seperti transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam sektor publik, ancaman keamanan siber, hingga kompleksitas kejahatan keuangan lintas negara, ujar Puan dalam kunjungan yang berlangsung di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta,dikutip Kamis (9/7/2026).

Menurut Puan, hubungan Indonesia dan Australia terus berkembang sebagai mitra strategis. Selain kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan keamanan, kedua negara juga perlu memperkuat kolaborasi dalam penguatan institusi publik, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik melalui hubungan antara BPK RI dan ANAO.

Ia menilai berbagai tantangan tersebut menuntut adanya penguatan sistem pengawasan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Puan juga menyebut Australia memiliki pengalaman yang baik dalam mengembangkan audit kinerja melalui penerapan prinsip *value for money* serta penguatan integritas institusi publik yang dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Baca juga :