Ikuti Kami

Alternatif Hilirisasi Pangan dan Energi, Ida Nurlaela Usulkan PTPN Kembangkan Bioetanol Berbasis Sorgum

“Kami, di daerah Jawa Barat, banyak lahan yang mungkin tidak produktif, bisa dikembangkan di antaranya adalah dari sorgum."

Alternatif Hilirisasi Pangan dan Energi, Ida Nurlaela Usulkan PTPN Kembangkan Bioetanol Berbasis Sorgum
Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela, mengusulkan agar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mempertimbangkan pengembangan bioetanol berbasis sorgum sebagai alternatif hilirisasi pangan dan energi, selain memanfaatkan komoditas singkong dan jagung. 

Usulan tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama PTPN III beserta subholding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (10/7/2026).

“Kami, di daerah Jawa Barat, banyak lahan yang mungkin tidak produktif, bisa dikembangkan di antaranya adalah dari sorgum. Barangkali ini menjadi suatu masukan untuk PTPN,” kata Ida.

Menurut Ida, tanaman sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mampu tumbuh di lahan kering, beriklim panas, dan berada di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, seperti di wilayah Pangandaran dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil riset akademik, pengolahan bioetanol dari sorgum juga menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi. Limbah produksi biji sorgum dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara ampas hasil ekstraksi nira berpotensi digunakan sebagai biomassa untuk kebutuhan co-firing batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Karena itu, Ida mendorong PTPN, khususnya melalui PalmCo, untuk mengkaji pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku bioetanol. Selain mendukung diversifikasi energi terbarukan, pengembangan komoditas tersebut juga dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini kurang produktif tanpa mengganggu produksi pangan utama.

“Barangkali PTPN punya keinginan untuk melakukan proses ini, tidak hanya berpihak untuk bioetanol itu kepada pangan singkong ataupun jagung, tentang sorgum salah satu bahan yang bisa digunakan untuk bioetanol dan ada lahannya juga cukup bisa digunakan untuk lahan yang tidak produktif,” kata Ida pula.

Selama ini, PTPN memanfaatkan komoditas seperti sawit, tebu, singkong, dan jagung dalam program hilirisasi pangan dan energi untuk menghasilkan bioetanol. Namun, menurut Ida, masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan kapasitas pabrik gula serta kesulitan petani tebu dalam menjual hasil panen yang menyebabkan penumpukan stok gula.

Ia berharap pengembangan sorgum dapat menjadi alternatif diversifikasi bahan baku bioetanol yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan tidak produktif, khususnya di Jawa Barat.

Quote