Putra Kritik Capaian Kinerja Kemenpar: Pariwisata Harus Berpihak pada Rakyat Kecil, Bukan Korporasi Besar 

Rendahnya pergerakan wisnus (baru 35% dari target) mengonfirmasi adanya pelemahan daya beli domestik.
Rabu, 03 Juni 2026 15:29 WIB Jurnalis - Ali Imron

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, mengkritik capaian kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menampilkan data data ilusi indikator makro yang tampaknya bertumbuh secara triwulanan namun saat dilakukan dilakukan stress test terhadap target tahunan, realisasi pariwisata hingga berada di bawah batas proporsional ideal (25-30%).

Rendahnya pergerakan wisnus (baru 35% dari target) mengonfirmasi adanya pelemahan daya beli domestik atau kegagalan strategi diversifikasi destinasi non-premium yang tidak menyentuh masyarakat bawah.

Putra juga menyoroti anomali tingginya angka investasi pariwisata yang mencapai Rp25,34 Triliun (tumbuh +76,67%), namun tidak berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja yang justru stagnan. Ini membuktikan bahwa investasi pariwisata kita saat ini bersifat padat modal (capital-intensive) dan terkonsentrasi pada korporasi besar. Kebijakan ini tidak bersifat padat karya (labor-intensive) yang mampu menyentuh dan menghidupi rakyat kecil, tegas Putra memberikan pembelaan nyata bagi masyarakat akar rumput saat Rapat Kerja dengan Kementerian Pariwisata, di JakartaRabu (3/6).

Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda

Baca juga :