Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, melontarkan kritik keras terkait dengan kecilnya porsi anggaran penyiaran public sebesar Rp 15 miliar bila dibandingkan dengan anggaran manajemen RRI yang jumbo sebesar Rp 931 miliar.
Ketimpangan ekstrim antara anggaran untuk manajemen pegawai dengan anggaran program penyiaran yang langsung bersentuhan dengan rakyat mendapat sorotan tajam. Putra mengaku kaget dan mempertanyakan orientasi keberpihakan RRI sebagai lembaga penyiaran publik.
Pasalnya, dari total anggaran negara yang mendekati angka Rp 1 triliun, sebesar Rp 931 miliar tersedot hanya untuk beban belanja manajemen dan pegawai, sementara porsi untuk program penyiaran publik hanya dialokasikan sebesar Rp 15 miliar.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur