Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Pentingnya Politik Keberanian Lawan Otoritarian

30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Mulyadi Ajak Publik Berani Bersuara di Depan Penguasa Lalim.
Minggu, 19 Juli 2026 17:44 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Pemikir Kebinekaan, Prof. Sukidi Mulyadi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai pelajaran berharga di balik peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli.

Menurutnya, Kudatuli memberikan pelajaran penting untuk mengenali bagaimana sistem otoritarianisme bekerja dan bagaimana masyarakat sipil harus meresponsnya.

Hal tersebut disampaikan Prof. Sukidi dalam diskusi demokrasi bertajuk 30 Tahun Kudatuli, dalam catatan wartawan: Refleksi Perjuangan Wartawan, Merekam Kebenaran dan Menjaga Independensi di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2026).

Dalam acara itu, turut dihadiri oleh mantan jurnalis Willy Pramudya, Widiarsi Agustina, Ari Junaedi serta CEO Info Media Digital dan aktivis Aliansi Jurnalis Independen Wahyu Dhyatmika.

Mengutip sastrawan dunia Mark Twain, Sukidi menyebut bahwa sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis, namun polanya sering kali memiliki irama yang senada (rhyme).

Baca juga :