Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI periode 20242029, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan penguatan ekonomi biru (blue economy), modernisasi armada perikanan, peningkatan produktivitas, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mewujudkan kejayaan sebagai negara maritim dunia. Hal tersebut disampaikannya dalam Workshop Peringatan Hari Maritim Sedunia 2026 di Kampus Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, Salemba.
Fakta geografis kita luar biasa. Kita punya 17.504 pulau, 77 persen wilayah berupa laut, dan garis pantai 108.000 kilometer terpanjang kedua di dunia. Jumlah penduduk 285,7 juta jiwa, bonus demografi 2020-2040, 45% perdagangan dunia lewat ALKI kita. Ini modal yang tidak dimiliki negara lain, ujarnya, dikutip Rabu (21/12026).
Dalam paparannya bertajuk Membangun Keunggulan Maritim Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut menyoroti paradoks pembangunan Indonesia. Meski memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan perekonomian yang masuk dalam kelompok 16 besar dunia, kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan masyarakat pesisir, dinilai belum mencerminkan kekayaan yang dimiliki Indonesia.
Rokhmin memaparkan, total potensi pendapatan kotor dari enam sumber daya alam utama, yakni batu bara, gas alam, emas, nikel, kekayaan laut, dan hutan, diperkirakan mencapai US$ 9.324 miliar atau Rp 20.655 triliun. Jika dikelola sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, pendapatan bersih untuk APBN diperkirakan dapat mencapai Rp 7.279 triliun per tahun, jauh di atas APBN 2024 yang sebesar Rp 3.400 triliun.
Artinya APBN kita bisa lebih dari 3 kali lipat. Utang negara seharusnya bisa lunas hanya dalam 3 tahun, tegas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 20012004 itu.