Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Ajak Teladani Akhlak Rasulullah, Pererat Ukhuwah, Perbanyak Shalawat, Jaga Keistiqomahan

Menurut Rokhmin, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan.

Rokhmin Dahuri Ajak Teladani Akhlak Rasulullah, Pererat Ukhuwah, Perbanyak Shalawat, Jaga Keistiqomahan
Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan tausiyah pada acara Maulid Nabi dan Haul Keluarga (foto.rd institute)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah, memperbanyak shalawat, serta menjaga keistiqomahan dalam menjalankan ibadah.

Pesan tersebut disampaikan Rokhmin saat menghadiri pengajian akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Keluarga Besar H. Dahuri, Hj. Dasmira (Almh) dan H. Sudarto di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dikutip Selasa (8/9/2026).

"Terima kasih atas kehadiran ibu-ibu, bapak-bapak semua. Ini adalah bentuk bakti saya sebagai anak kepada orang tua, dan sebagai umat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Prof. Rokhmin membuka sambutan.

Sekitar 500 warga, yang didominasi kaum ibu, memadati lokasi pengajian akbar tersebut. Sejak pagi, lantunan shalawat dan dzikir menggema dari pengeras suara. Warga datang berbondong-bondong dan mengikuti rangkaian acara dengan khidmat hingga selesai.

Pengajian akbar tersebut digagas langsung oleh putra daerah, Prof. Rokhmin Dahuri, yang juga pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Rokhmin untuk mengenang sekaligus mendoakan kedua orang tuanya, H. Dahuri dan Hj. Dasmira, serta H. Sudarto.

Di belakang mimbar, terbentang pesan utama kegiatan, yakni "MARI KITA TELADANI AKHLAK RASULULLAH, PERERAT UKHUWAH, BERBUAT BAIK DAN JADIKAN KELUARGA KITA KELUARGA YANG DIRIDHOI ALLAH SWT".

Menurut Rokhmin, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum untuk kembali merefleksikan perjuangan, ajaran, serta akhlak mulia Rasulullah SAW agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut mengingatkan jamaah untuk meneladani empat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fatanah.

"Mengingat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fatanah (cerdas). Nabi Muhammad SAW adalah pembawa rahmat bagi semesta alam dan suri tauladan yang patut kita contoh," ujarnya.

Rokhmin menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan pembawa rahmat bagi semesta alam atau rahmatan lil alamin. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita perbanyak membaca shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Semakin kita cinta kepada Rasul, insya Allah hidup kita semakin berkah," ajaknya yang langsung disambut shalawat bersama oleh 500 jamaah.

*Jangan Tinggalkan Shalat dan Tahajud*

Selain mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah, Rokhmin juga memberikan pesan spiritual mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, khususnya shalat lima waktu dan shalat Tahajud.

Di hadapan ratusan warga kampung halamannya, Rokhmin menekankan agar masyarakat tidak meninggalkan shalat lima waktu dan berupaya menghidupkan shalat Tahajud.

"Jangan putus shalat, terutama yang lima waktu. Tambah Shalat Tahajud, karena besar sekali manfaatnya. Shalat Tahajud itu mengangkat derajat kita, bisa naik pangkat, rejeki bertambah, anak jadi sholeh, hati tenang, terhindar dari iri dan dengki," jelasnya.

Ia kembali mengingatkan jamaah bahwa shalat merupakan tiang agama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

"Jangan putus shalat, terutama yang lima waktu. Itu tiang agama kita. Tambah dengan Shalat Tahajud, karena besar sekali manfaatnya," pesan Prof. Rokhmin.

Rokhmin kemudian memaparkan keutamaan shalat Tahajud yang menurutnya memiliki banyak manfaat dalam kehidupan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan perjalanan hidupnya dari seorang anak desa hingga dipercaya menjadi menteri dan profesor.

"Shalat Tahajud itu mengangkat derajat kita, bisa naik pangkat, rezeki bertambah, anak jadi sholeh dan sholehah, hati menjadi tenang, terhindar dari sifat iri dan dengki. Allah akan mudahkan semua urusan kita," tuturnya.

Suasana pengajian semakin khidmat ketika acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhum H. Dahuri, Hj. Dasmira, dan H. Sudarto. Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa serta kesejahteraan masyarakat Cirebon dan Indramayu.

"Ya Allah, limpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua, keluarga kita, dan jadikan kita semua bahagia di dunia dan akhirat, Aamiin."

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara Rokhmin Dahuri dengan warga di tanah kelahirannya. Warga yang hadir mengaku senang dan terharu dapat mengikuti pengajian sekaligus mendoakan keluarga besar Rokhmin.

Sehari penuh di Gebang menjadi momentum bagi Rokhmin Dahuri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan komitmennya menjaga hubungan dengan kampung halaman. Di tengah aktivitasnya sebagai anggota DPR RI, ia juga terus membawa pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, silaturahmi, kehidupan beragama, serta bakti kepada orang tua.

Quote