Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks yang terjadi di sejumlah daerah kaya tambang di Indonesia, dimana pertumbuhan ekonomi tinggi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Bagaimana mungkin pertumbuhan ekonomi di wilayah tambang bisa menembus lebih dari 20%, namun angka kemiskinan tetap membatu? kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu, dikutip Jumat (10/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi IV DPR RI bersama Komunitas TERAS, yang membahas dampak pertambangan terhadap sektor lain serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah.
Rokhmin mengungkapkanberdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam 10 tahun terakhir, tiga provinsi sentra tambang nikel mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 20 persen.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat, yang justru masih menghadapi tingkat kemiskinan yang tinggi.