Jakarta, Gesuri.id - Content creator sekaligus public speaker, Sadam Permana Wijaya, menyoroti gaya hidup generasi Z (Gen Z) yang dinilainya perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) lulusan 2023 itu mengingatkan bahwa tren konsumsi barang mewah tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai kondisi ekonomi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sadam dalam acara Millenium Public Pulse di Jakarta, Rabu (28/10/2026), yang mengusung tema Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam menyikapi tren gaya hidup dan memahami perbedaan antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.
Saat membahas tren yang populer di kalangan Gen Z, Sadam menyinggung kebiasaan menikmati ceremonial matcha, mengunggah gaya hidup di Instagram, hingga membeli telepon seluler keluaran terbaru.
Baca:Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu